Odyssey of Tiny

Stay overthinking, but kindness is the thing that you never regret.




Sandwich Generation: Apakah Anda Termasuk?

Published by

on

Istilah “sandwich generation” pertama kali muncul pada tahun 1981 dan sejak itu telah menjadi semakin relevan dengan pertambahan harapan hidup dan dinamika sosial yang berkembang.

Sandwich generation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok orang dewasa yang merawat baik orang tua mereka yang lebih tua dan memerlukan perhatian, serta anak-anak mereka yang masih memerlukan perhatian dan dukungan. Dalam situasi ini, anggota sandwich generation merasa seperti berada di tengah-tengah, seperti diapit oleh tanggung jawab merawat kedua generasi tersebut. Mereka harus mengatasi tantangan dan tuntutan dari kedua sisi, sehingga seringkali mengalami tekanan emosional, fisik, dan keuangan yang signifikan.

Dengan kata lain, istilah “sandwich generation” dapat disebut sebagai tulang punggung keluarga. Mereka yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga, sehingga ia harus bekerja keras atau banting tulang demi keluarga, terutama keuangan. Anggota keluarga yang dimaksud bisa mencakup orang tua sebagai generasi atas dan keturunannya sendiri sebagai generasi bawah, mereka sendiri berada di tengah. Oleh karena itu, ia disebut sebgai “sandwich generation” yang diapit oleh dua generasi tersebut layaknya sebuah roti sandwich. Namun, tidak jarang pula anggota keluarga lain yang termasuk dalam tanggung jawab mereka, seperti adik, saudara, dan lain sebagainya.

Secara umum, orang-orang yang termasuk dalam golongan sandwich generation adalah mereka yang berada di usia pertengahan hingga akhir 30-an hingga awal 60-an. Namun, batasan usia ini dapat bervariasi tergantung pada kondisi keluarga dan dinamika sosial. Beberapa kelompok yang mungkin termasuk dalam golongan sandwich generation meliputi:

  1. Orang tua dengan anak-anak yang masih kecil: Mereka harus merawat anak-anak mereka sambil juga memberikan dukungan kepada orang tua yang sudah lanjut usia.
  2. Orang tua dengan anak remaja atau dewasa muda: Mereka mungkin menghadapi tantangan merawat anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan khusus sambil juga membantu orang tua yang mungkin memerlukan bantuan dalam hal kesehatan, keuangan, atau perawatan.
  3. Orang dewasa yang merawat orang tua yang sudah tua: Orang-orang dalam kelompok ini harus menjaga kesejahteraan orang tua yang lanjut usia, sambil juga menghadapi tanggung jawab merawat anak-anak mereka sendiri.
  4. Orang yang merawat anggota keluarga lainnya, seperti saudara atau kerabat yang memerlukan perhatian khusus.

Gaya hidup sandwich generation bisa sangat sibuk dan menantang. Mereka harus menjuggle antara pekerjaan, merawat anak-anak, merawat orang tua, dan mempertahankan kehidupan pribadi mereka sendiri. Kondisi seperti itu memicu kelelahan karena kurangnya waktu untuk pasangan, diri sendiri, kesulitan mengatur prioritas pekerjaan, dan stres yang terus menerus karena tuntutan yang harus dipenuhi setiap hari. Bahkan tidak jarang mereka harus pasrah dengan keadaan yang tidak mendukung demi dapat terus memenuhi kebutuhan, terutama finansial. Karena mereka berpikir bahwa nasib keluarga bergantung pada mereka, jika mereka tidak berusaha maka tidak akan ada yang membantu. Oleh karena itu, mereka harus bekerja keras membanting tulang tanpa menghiraukan perasaan diri sendiri.

Beberapa cara untuk menjalani hidup sebagai bagian dari sandwich generation agar dapat mengurangi beban stress:

  1. Perencanaan yang Matang: Penting untuk memiliki perencanaan yang baik untuk mengatur waktu, energi, dan sumber daya finansial Anda. Membuat jadwal, mengalokasikan waktu khusus untuk setiap tanggung jawab, dan memiliki rencana finansial yang baik dapat membantu mengurangi tekanan.
  2. Komunikasi Terbuka: Berbicaralah dengan semua anggota keluarga tentang harapan, kebutuhan, dan tuntutan masing-masing. Komunikasi yang jujur dan terbuka dapat membantu menghindari konflik dan mempermudah koordinasi.
  3. Mencari Dukungan: Jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau sumber daya profesional seperti konselor atau dukungan psikologis. Ini dapat membantu Anda mengatasi stres dan tekanan.
  4. Merawat atau Memperhatikan Diri Sendiri: Penting untuk tidak mengabaikan diri sendiri. Carilah waktu untuk beristirahat, berolahraga, menjalani hobi, dan melakukan aktivitas yang Anda nikmati.

Dalam konteks sandwich generation, tujuan hidup mereka dapat bervariasi dari individu ke individu. Beberapa mungkin merasa bahwa merawat orang tua dan anak-anak mereka adalah tujuan hidup yang utama, sementara yang lain mungkin mencari keseimbangan antara merawat keluarga dan mengejar aspirasi pribadi. Selain itu, melihat perkembangan dan kesejahteraan anggota keluarga yang dirawat juga bisa menjadi sebuah pencapaian dan kebahagiaan serta kepuasan tersendiri. Oleh karena itu, mereka akan berusaha memberikan perhatian yang penuh kasih kepada kedua generasi yang menjadi tanggung jawab mereka, memastikan kesejahteraan mereka, dan menciptakan lingkungan keluarga yang seimbang dan bahagia.

Leave a comment